Penulis: umum umum

Kegiatan

Koordinasi dengan Forkopimcam, Camat Moga Lanjutkan Sambang Desa

Moga – Camat Moga Drajat, S.Hut, M.M. melaksanakan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) pada Selasa (6/1/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor di wilayah Kecamatan Moga.

Koordinasi tersebut melibatkan unsur Polsek dan Koramil dengan fokus pembahasan pada kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat serta dukungan lintas sektor terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kecamatan dan desa.

Setelah kegiatan koordinasi, Camat Moga bersama jajaran kecamatan melanjutkan agenda sambang desa ke Desa Moga dan Desa Kebanggan. Kegiatan sambang desa ini dilakukan untuk memantau penyelenggaraan pemerintahan desa, kedisiplinan aparatur, serta pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran kecamatan melakukan dialog dan pemantauan langsung terhadap kondisi desa serta administrasi pemerintahan yang berjalan. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Melalui rangkaian koordinasi Forkopimcam dan sambang desa, diharapkan terjalin keterpaduan kerja antara unsur pemerintahan kecamatan dan desa dalam mendukung terciptanya wilayah Kecamatan Moga yang aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan

Camat Moga Hadiri Pelepasan Perwakilan Muda Sako Pandu Ma’arif NU Pemalang ke Perkemahan Perdamaian Internasional 2025

Pemalang, 15 Desember 2025 – Camat Moga, Harinto, S.STP, hadir dalam acara pelepasan peserta Perkemahan Perdamaian Internasional 2025. Acara ini digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang, dihadiri oleh pengurus Sako Pandu Ma’arif NU, pendamping, dan para peserta. Kehadiran Camat Moga menjadi simbol dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan positif bagi generasi muda.
Perwakilan dari Kecamatan Moga yang dilepas berjumlah empat peserta, yaitu Torikul Aziz, Indi Alrida, dan Teguh Budi Setiawan dari SMK Al Falah, serta Syafika Rodia dari MA Al Faqih Sima. Para peserta telah menjalani pembinaan dan seleksi di Sako Pandu Ma’arif NU Cabang Pemalang sebagai persiapan menghadapi kegiatan kepramukaan berskala internasional.
Acara pelepasan dimulai dengan prosesi singkat yang menandai keberangkatan perwakilan Pemalang. Para peserta terlihat membawa perlengkapan kepramukaan dan dokumen pendukung, siap mengikuti rangkaian kegiatan di perkemahan internasional. Pengurus Sako Pandu Ma’arif NU turut mendampingi untuk memastikan persiapan peserta berjalan lancar.
Perkemahan Perdamaian Internasional dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 20 Desember 2025. Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta sejumlah peserta dari negara lain. Agenda perkemahan mencakup diskusi perdamaian, simulasi kepemimpinan, permainan kelompok, serta aktivitas kepramukaan yang menekankan nilai toleransi, persahabatan, dan kerja sama lintas budaya.
Keikutsertaan perwakilan Pemalang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta, sekaligus menjadi ajang pembelajaran mengenai nilai perdamaian dan kepemimpinan. Setelah kembali, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter di lingkungan masing-masing.

Kegiatan

Kecamatan Moga Raih Peringkat Kedua Kategori “Sangat Baik” dalam Pengawasan Kearsipan Internal Kabupaten Pemalang Tahun 2025

Pemalang, 9 Desember 2025 — Kecamatan Moga kembali menunjukkan kinerja positif dalam tata kelola pemerintahan setelah berhasil meraih peringkat kedua dengan kategori “Sangat Baik” pada Penilaian Pengawasan Kearsipan Internal Kabupaten Pemalang Tahun 2025. Penghargaan tersebut diterima oleh Camat Moga, Harinto, S.STP.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam kegiatan Apel Pagi bersama ASN Pemerintah Kabupaten Pemalang yang digelar di halaman timur Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (9/12/2025). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, S.E., M.M.

Pengawasan kearsipan internal merupakan mekanisme evaluasi yang dilakukan untuk menilai kualitas pengelolaan arsip oleh perangkat daerah. Aspek yang dinilai meliputi penataan arsip dinamis, kelengkapan dokumen administrasi, standar penyimpanan, hingga implementasi prosedur kearsipan sesuai ketentuan. Pencapaian kategori “Sangat Baik” menunjukkan bahwa Kecamatan Moga mampu memenuhi parameter tersebut dengan konsisten dan terukur.

Raihan ini sekaligus mencerminkan komitmen Kecamatan Moga dalam memperkuat manajemen administrasi serta memastikan seluruh proses dokumentasi berjalan tertib, transparan, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Kinerja kearsipan yang baik juga berkontribusi pada efektivitas pemerintahan di tingkat kecamatan, khususnya dalam menjaga akuntabilitas dan kemudahan akses terhadap dokumen pemerintahan.

Dengan diperolehnya peringkat kedua kategori “Sangat Baik” ini, Kecamatan Moga diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas kearsipan, memperkuat pengawasan internal, dan menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam penerapan standar kearsipan yang profesional.

Kegiatan

Pelatihan Satgas Kecamatan Tangguh Bencana 2025

Moga, 27 November 2025 — Pemerintah Kecamatan Moga menyelenggarakan Pelatihan Satgas Kecamatan Tangguh Bencana 2025 di pendopo kecamatan pada Kamis (27/11). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan relawan desa dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.

Pelatihan dibuka oleh Camat Moga, Harinto, S.STP, yang menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat desa merupakan kunci penanganan bencana yang cepat dan efektif. “Relawan desa adalah ujung tombak dalam merespons situasi darurat, sehingga kapasitas mereka harus terus diperkuat,” ujar Harinto dalam sambutannya.

Kegiatan ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai narasumber. BPBD memberikan materi mengenai mitigasi bencana, sistem peringatan dini, koordinasi darurat, hingga simulasi penanganan bencana. Dengan pelatihan ini, relawan desa diharapkan mampu berperan aktif dalam memperkuat Satgas Kecamatan Tangguh Bencana sepanjang tahun 2025.

Pemerintah kecamatan berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat masyarakat desa ketika bencana terjadi.